Contohkan Denmark, PKPI Sebut Naikkan Gaji Aparat Belum Tentu Bisa Berantas Korupsi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis
Jum'at 18 Januari 2019 13:01 WIB
Share :

JAKARTA - Ketua Umum Partai PKPI Diaz Hendropriyono mengkritisi pernyataan Prabowo dalam debat Pilpres 2019 yang berlangsung kemarin di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Menurutnya, beberapa paparan yang disampaikan paslon nomor 02 tersebut menunjukkan bahwa dirinya tidak konsisten. Misalnya Prabowo, yang mengaku membanggakan diri sebagai calon presiden dengan dukungan tinggi 'emak-emak', tidak sensitif dengan isu-isu keperempuanan.

Gerindra yang telah aktif di panggung politik Indonesia selama 10 tahun terakhir belum memberikan kesempatan pada perempuan untuk menduduki posisi-posisi strategis di partai. Hal ini mencerminkan isu glass ceiling yang dihadapi kaum perempuan di seluruh dunia.

Diaz melanjutkan, begitu banyak perempuan dengan kemampuan dan kecakapan besar tidak mencapai posisi terdepan di bidang yang mereka pilih karena terhalang organisasi yang berkutat dengan lelaki saja. Hal ini kontras dengan pemerintahan Jokowi yang terlihat memiliki komitmen terhadap perempuan dengan memberikan kesempatan representasi secara signifikan dalam kabinet Jokowi.

"Beberapa paparan yang disampaikan Pak Prabowo maupun pasanganya Pak Sandiago Uno dalam debat kemarin tidak masuk akal. Contohnya menyiratkan bahwa menaikkan gaji birokrat berarti sama dengan menghilangkan korupsi adalah hal yang menyesatkan. Kenaikan gaji tidak berbanding lurus dengan hilangnya korupsi," ucap Diaz.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya