3 Pernyataan Prabowo di Debat Pertama yang Buat TKN Terheran-heran

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Senin 21 Januari 2019 03:03 WIB
Share :

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin mengkiritisi beberapa pernyataan Prabowo Subianto ketika acara debat kandidat sesi pertama digelar.

"Debat Capres pada hari kamis, tanggal 27 Januari 2019 yang lalu menyisakan keheranan bagi masyarakat yang menonton debat tersebut, karena adanya argumen Prabowo yang mencengangkan dan tidak pantas diutarakan oleh seorang calon Presiden," kata Juru Bicara TKN Inas N Zubir saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Pertama, kata Inas, Prabowo mengatakan bahwa Jawa Tengah lebih luas dari Malaysia, padahal luas Jawa Tengah hanya 32.801 Km2 dan luas Malaysia 330,803 Km2. Menurutnya, calon presiden nomor urut 02 itu kerap asal dalam berbicara.

"Artinya bahwa Prabowo selalu bicara sesuka hatinya tanpa perduli tentang data dan fakta," tutur Inas.

Kemudian, sambung Inas, Prabowo mengatakan bahwa Presiden adalah penegak hukum tertinggi, padahal Presiden adalah eksekutif dan Hukum adalah Yudikatif.

"Prabowo mengungkapkan keinginan-nya jika berkuasa maka hukum akan dia ambil alih untuk digenggam dalam kekuasaan-nya sehingga Prabowo akan memanfaatkan hukum sesuka hatinya," ucap Inas.

Pernyataan terakhir yang dikritisi TKN yakni, soal kalimat Prabowo yang menyebut bahwa korupsi tak seberapa masih dapat dimaklumi. Menurut Inas, pernyataan ini dengan jelas menunjukan bahwa korupsi bukan masalah penting bagi Prabowo Subianto dan perbuatan korupsi bisa dimaklumi.

"Artinya jika Prabowo Subianto berkuasa maka pelaku korupsi akan dimaafkan. Ini adalah pesan kuat bagi para koruptor yang belum bergabung dengan kubu Prabowo Sandi agar segera merapat," tutup Inas.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya