Kampanye Keliling Banten dan Jatim, Momen KH Ma'ruf Sosialisasikan Keberhasilan Jokowi

Fahreza Rizky, Jurnalis
Senin 21 Januari 2019 22:04 WIB
KH Maruf Amin. Foto: Okezone/Arif Julianto
Share :

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menyarankan KH Ma’ruf Amin untuk total berkampanya dengan menyasar akar rumput atau grasroot Nahdlatul Ulama (NU), dalam safari politik yang akan dilakukannya selama sepekan di Provinsi Banten dan Jawa Timur

“Kiai Ma’ruf harus memanfaatkan waktu tiga bulan ini untuk berkampanye door to door menyapa masyarakat, khususnya kalangan Nahdliyin. Perlu usaha keras untuk meningkatkan kepedulian mereka, karena menurut survei, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf lemah di Jawa Barat dan Banten,” katanya kepada Okezone, Senin (21/1/2019).

"Kiai Ma'ruf adalah figur ulama besar NU. Jadi jika grasroot NU digerakkan dengan maksimal, maka akan bisa menggenjot elektabilitasnya. Rasa ke NU-an akan menyolidkan kaum santri terutama yang berbasis NU dalam mendukung kiai Ma'ruf," katanya lagi.

KH Ma’ruf Amin diketahui melakukan safari politik ke Banten dan Jawa Timur pada pekan ini. Hari ini Kiai Ma’ruf menghadiri acara istigasah dan Harlah NU di Ponpes Bismillah Barubuk, daerah Padarincang, Banten.

Setelah itu, Kiai Ma’ruf menghadiri deklarasi dan pelantikan pengurus DPD Banten Organisasi Barisan Nusantara (Barnus) di Jalan Syeikh Nawawi Al Batani, Serang, Banten. Esok harinya, mustasyar PBNU itu akan roadshow ke Trenggalek, Tuban, Lamongan, dan Nganjuk, Jawa Timur.

 

Di Jawa Timur, Kiai Ma’ruf akan bertemu relawan hingga bersilaturahmi dengan para kiai. Ma’ruf juga menyebut setelah tahun baru ingin menyapa masyarakat di Jawa Timur yang belum pernah dikunjunginya.

Ujang menjelaskan, Ma’ruf harus memasifkan kampanye dengan pendekatan keulamaan yang menjadi ciri khasnya. Pendekatan program juga perlu dilakukan, utamanya program-program penjaminan kesejahteraan.

Baca: Ma'ruf Amin Ungkap Bukti Jokowi Cinta dengan Banten dan Ulama 

Baca: Perludem Soroti 3 Aspek untuk Format Debat Kedua Pilpres 2019

Seperti sempat disampaikannya saat debat kandidat 17 Januari lalu, bahwa masyarakat perlu diberikan pemahaman yang tepat tentang agama tetapi mereka perlu diberi santunan jika mereka membutuhkan.

“Kiai Ma'ruf harus melakukan pendekatan rasionalitas. Contohnya, jika mereka membutuhkan makanan, maka dalam tanda kutip, makananlah yang harus diberikan, jangan beri yang lain,” kata Ujang.

 

Pendekatan door to door dianggap penting, karena Ujang melihat kecilnya suara Jokowi-M’ruf di Jawa Barat dan Banten kemungkinan disebabkan oleh maraknya hoaks di dua provinsi ini. “Makanya serang melalui darat dengan turun langusung ke lapangan. Paparkan konsep kejahteraan, termasuk program yang sudah sukses dilakukan Jokowi dalam program PKH, KIS, KIP, dan lain-lain,” sambungnya.

Khusus untuk kalangan pesantren, Kiai Ma’ruf bisa menyosialisasikan pengembangan entrepreneur di kalangan santri atau rencana pemberikan beasiswa kepada para santri agar bisa kuliah hingga ke luar negeri.

Membangun narasi optimisme, kata Ujang, juga penting disampaikan menggunakan tolok ukur dan pijakan kinerja Jokowi selama lima tahun terakhir serta berangkat dari kepuasan masyarakat terhadap Jokowi.

“Catatannya, Kiai Ma’ruf harus menyosialisasikan keberhasilan-keberhasilan Jokowi dengan lebih soft untuk menghindari bully-an dan gorengaan pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi,” ujar Ujang.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya