JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, ada 16 daerah di Indonesia yang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada 31 Januari hingga 7 Februari 2019, mendatang. Masyarakat diminta waspada potensi bencana.
Peningkatan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia ini dipicu adanya anomali atau penyimpangan suhu permukaan laut di sebagian wilayah perairan Indonesia selama Februari yang lebih hangat dari normalnya, kondisi ini cukup berkontribusi terhadap penambahan suplai uap air di wilayah Indonesia.
Tekanan rendah di Australia bagian utara mengakibatkan adanya anomali cuaca yang berimplikasi pada terdorongnya massa uap air menuju ke Indonesia bagian barat, yang menjadi tambahan suplai uap air dalam pembentukan dan pertumbuhan awan hujan.
“Sirkulasi tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara mengakibatkan terbentuknya daerah pertemuan angin di sekitar Maluku dan Papua yang mengakibatkan peningkatan potensi pembentukan awan hujan,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam siaran pers, Jumat (1/2/2019).
BMKG menganalisis saat ini El Nino Southern Oscillation (ENSO) atau suhu permukaan air laut di perairan Indonesia berstatus lemah, dan IOD (Indian Ocean Dipole) di Samudera Hindia berstatus netral.
Hal ini mengakibatkan tidak cukup signifikan untuk mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia.
Akibatnya, liran massa udara basah yang dikenal dengan istilah Madden Julian Oscillation (MJO di sekitar perairan Indonesia saat ini dalam fase kering.
BMKG memperkirakan MJO akan kurang berkontribuski pada pembentukan awan khususnya di wilayah Indonesia bagian barat hingga satu minggu ke depan.
Adapun 16 wilayah yang diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas tinggi yaitu, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua, dan sebagian wilayah Aceh.
BMKG mengimbau agar masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat tersebut tetap waspada terhadap hujan lebat disertai angin kencang yang menimbulkan dampak bencana hidrometeorlogi.
“Waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.”
(Salman Mardira)