Pemkot Bogor Galakan Pencegahan DBD dengan Gertak PSN 3M Plus

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Sabtu 02 Februari 2019 16:37 WIB
Antisipasi DBD, Wali Kota Bogor Bima Arya Tinjau Jentik Nyamuk di Rumah-Rumah Warga (foto: Putra RA/Okezone)
Share :

BOGOR - Wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) merebak di Kota/Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tercatat jumlah penderita penyakit yang dibawa oleh nyamuk aeges aghepty itu mencapai 363 orang dan telah memakan korban jiwa hingga 8 orang.

Menanggapi wabah DBD tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menekankan beberapa hal yang harus dilakukan untuk memberantas DBD, mulai dari kecamatan, puskesmas hingga warga.

(Baca Juga: Kemenkes: Jawa Timur Endemik DBD dengan Angka Kematian Tertinggi) 

Antisipasi DBD, Wali Kota Bogor Bima Arya Tinjau Jentik Nyamuk di Rumah-Rumah Warga (foto: Putra RA/Okezone)

Menurutnya, fogging bukan satu-satunya upaya untuk memberantas DBD. Lengkapi fogging dengan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus (Gertak PSN 3M Plus) secara terus menerus untuk memberantas sarang nyamuk pembawa DBD.

"Seluruh aparatur wilayah dibantu puskesmas dan warga harus sosialisasikan ini (Gertak PSN 3M Plus) kepada warga yang lain. Masih banyak wargasalah paham tentang fogging ini, seolah-olah di fogging sekali nyamuk mati setahun tidak ada lagi," ujar Bima.

Selain itu, Bima meminta agar pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan seminggu sekali lebih digiatkan menjadi setiap hari dengan melakukan pemeriksaan secara detail dan menyeluruh pada titik-titik yang teridentifikasi nyamuk tersebut bersarang.

"Cek ke sekolah, majlis ta’lim, posyandu, pesantren, warung dan semua titik-titik yang berpotensi nyamuk bersarang," pintanya.

 

Bima juga menginstruksikan untuk membuat sistem piket dan patroli agarsiaga ketika ada informasi warga yang terindikasi wabah DBD. Jangan sampai telat menangani dan terlambat menangani penderita.

"Insya Allah kita ikhtiar tidak ada lagi warga meninggal karena DBD. Pastikan selalu siaga, jalankan sistem piket dan keliling identifikasi, pastikan tidak hanya fogging, pastikan pemeriksaan jentik-jentik secara teliti dan seksama," ungkap Bima.

Mengenai data kasus dan jumlah penderita DBD harus betul-betul dilakukan secara baik sehingga Pemkot Bogor memiliki informasi yang jelas.

"Jangan ditutupi, harus transparan, jalin koordinasi dengan semua pihak," imbuhnya.

 Penderita DBD di Kabupaten/Kota Bogor, Jawa Barat Jalani Perawatan di Rumah Sakit (foto: Putra RA/Okezone)

Sementara, Kepala Bidang Medik RSUD Kota Bogor Eddy Darma mengatakan, selama satu bulan terakhir, RSUD Kota Bogor merawat 197 pasien DBD, 73 di antaranya anak-anak. Dari jumlah itu, 101 merupakan warga Kabupaten Bogor dan 87 lainnya warga Kota Bogor.

"Kalau yang dirawat di sini hanya satu orang yang meninggal dunia. Itu pun warga Kabupaten Bogor," kata Eddy.

Membludaknya penderita DBD tersebut membuat pihaknya meminjam sebanyak 20 velbed (tempat tidur darurat). Velbed itu hasil pinjaman Batalion Kesehatan 1 Infanteri 1 Kostrad lantaran tempat tidur yang tersedia di RSUD telah penuh terisi.

"Karena tempat tidur penuh, terpaksa kami pinjam velbed di Batlyon Yonkes Ciluar," jelas Eddy.

Puluhan pasien yang terjangkit akibat gigitan nyamuk aedes aegypty tersebut ditempatkan saling berhimpitan di ruang ICU, HCU, highcare unit, dan ruang observasi.

(Baca Juga: DPR: Program Pemerintah Cegah DBD Sudah Berjalan Baik) 

Penderita DBD di Kabupaten/Kota Bogor, Jawa Barat Jalani Perawatan di Rumah Sakit (foto: Putra RA/Okezone)

Membludaknya penderita DBD di RSUD Kota Bogor hingga menggunakan velbed tidak serta-merta dikeluhkan oleh warga. Salah seorang orangtua penderita DBD, Ayani (44), warga Cibitung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor mengaku tidak mengeluh dengan kondisi tersebut asalkan anaknya Andika (8) yang menderita DBD dapat tertangani.

"Enggak apa-apa sih, yang penting dapat ruangan supaya anak saya cepat sembuh," kata dia.

Putra bungsunya itu terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sudah empat hari suhu tubuh panas tinggi dan demam. Dokter yang memeriksa pun mendiagnosis bahwa anaknya positif menderita penyakit DBD.

"Sudah empat hari ini suhu badannya tidak turun-turun. Semalam malah naik terus. Tadi dicek sama dokter katanya positif DBD," tutupnya.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya