Pihak Dinkes Tangsel sendiri telah menerima laporan bahwa dari 29 Puskesmas yang ada, semuanya merawat pasien DBD. Rata-rata tiap Puskesmas merawat 3 pasien, meskipun hanya 25 Puskesmas yang memiliki fasilitas rawat inap.
Jika harus mendapat penanganan berlanjut, maka pasien akan dipindahkan ke rumah sakit. "Tiap dua hari sekali, ada warga Tangsel yang kena DBD," jelasnya.
Kata Deden, pihaknya sudah mengimbau agar warga, Jumantik, dan Puskesmas agar bersiap menghadapi siklus tahunan ini. Dia menilai, tindakan pencegahan melalui program Jumantik sudah optimal. Meskipun harus ada yang dievaluasi.
"Yang lebih penting pencegahannya. Program jumantik sebenarnya sudah bisa optimal. Kalaupun harus ada yang dievaluasi. Tahun ini dengan anggaran itu, seluruh Kecamatan bisa melaksanakan program Jumantik," ujarnya.
(Angkasa Yudhistira)