Terakhir, gempa susulan kembali terjadi sekira pukul 20.33 WIB, dengan kekuatan 4.5 SR, dengan kedalaman 22 km. Gempa tersebut tidak begitu dirasakan masyarakat di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dan sekitarnya.
PMG Pelaksana Lanjutan Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Alexander Parera mengatakan, sejak gempa pada Sabtu 2 Februari 2019, pukul 16.03 WIB, gempa susulan sudah terjadi sebanyak 45 kali. Gempa susulan tersebut merupakan satu rangkaian dengan gempa di Kepulauan Mentawai.
''Hingga pukul pukul 20.18 WIB, tercatat sudah 45 event kejadian gempa bumi,'' kata Alexander, ketika di konfirmasi Okezone, Sabtu (2/2/2019).
Gempa susulan yang terjadi, sampai Alexander, banyak event dengan kekuatan 3 SR hingga 5 SR. Gempa tersebut disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Benioff. Zona subduksi lempeng yang memiliki sudut tunjaman yang relatif tajam di bawah lempeng Eurasia.
Zona ini di mulai dari lepas pantai di sebelah barat Sumatra hingga terus menukik ke arah timur hingga ke bawah daratan pulau Sumatera.