"Faktornya yang bertarung di pileg jauh lebih banyak dibandingkan 2014, karena dapil nambah kursi juga nambah," tuturnya.
(Baca Juga: Pengamat Nilai Serangan Jokowi ke Prabowo Bisa Berujung Blunder)
Padahal, kata Burhanuddin, target politik uang ini belum tentu efektif. Namun, justru uang tersebut banyak disalahgunakan kelompok-kelompok tertentu.
“Sudah pasti ada ketidakefektifan dalam politik uang. Potensi terjadinya uang disunat koordinator itu besar terjadi. Itu agency loss,” katanya.
(Arief Setyadi )