Kemudian, menjadi pemimpin dengan model penyelaras yaitu sosok pemimpin yang dapat menyelaraskan sesuatu hal yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga yang dibangun oleh pemimpin melakukan kerja nyata terjun langsung ke dalam masyarakat atau dapat diartikan kolaborasi.
Ketiga, pemimpin harus dapat menjadi seorang yang memberdayakan sesama. Dengan memberdayakan segala hal secara tidak langsung akan muncul persaingan sehat untuk melakukan hal yang terbaik.
Pemimpin dalam mengemban tugasnya memiliki sosok-sosok pembantu yang dapat dipercaya, jika fungsi pemberdayaan itu berjalan dengan baik, fungsi delegasi dan segala sesuatu hal yang ada di dalam masyarakat akan cepat sampai terdengar kepada pemimpin. Sehingga pemimpin dapat melakukan tindakan cepat untuk menyelesaikan persoalan.
Yang keempat, pemimpin harus menjadi panutan bagi seluruh rakyatnya. Pemimpin adalah sosok yang dihormati bagi masyarakat, maka dibutuhkan sikap yang arif, adil, dan bijaksana. Pemimpin harus menyadari betul ketika ia menjabat maka ia secara otomatis akan dicontoh oleh rakyatnya.