Hikayat Palang Pintu, Tradisi Betawi yang Sarat Makna

Muhamad Rizky, Jurnalis
Sabtu 16 Februari 2019 09:02 WIB
Kedua jawara sedang terlibat adu silat dalam prosesi palang pintu adat Betawi (Foto: M Rizky/Okezone)
Share :

Menurutnya, sanggar yang memiliki palang pintu sendiri tidak banyak dan naik turun. Meski begitu kini masih banyak anak-anak kecil yang mau ikut untuk berlatih. "Kalau dihitung semua anggotanya ada 112 orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, kalau dewasa enggak terlalu banyak paling 20 orang jadi dalam seminggu itu tiga kali latihan," ujar Musa.

Dari segi pengajaran, ia menyebut tak banyak perubahan dari apa yang sudah didapatnya dulu namun tetap ada penyesuaian, dengan sedikit menonjolkan sisi hiburan seperti pantun tanpa menghilangkan esensi dari palang pintu itu sendiri. Menurutnya, hal itu untuk memecah rasa bosan penonton agar tetap menyukai aksi palang pintu Betawi.

Bahkan untuk menjaga eksistensi tradisi itu, dirinya juga tidak mengenakan tarif bagi mereka yang hendak memanggil mereka. Hal itu semata-mata untuk mengenalkan budaya Betawi yang secara perlahan mulai tergerus kemajuan zaman.

"Jujur, kita tidak menargetkan biaya cuma seiring perkembangan zaman kita perlu sewa mobil dan lainnya kita enggak sebut harga, biasanya saya tanya kemampuannya berapa. Jadi, kita enggak nargetin. Saya pernah dulu dibayar Rp150 ribu buat satu tim. Karena kalau ditanya berapa aja. Itu bukan mata pencarian cuma biar orang tahu, apa itu dan tetap ada eksis," tuturnya.

Untuk itu, dirinya berharap agar tradisi leluhurnya itu nantinya juga bisa diteruskan oleh muridnya saat ini. Kini, Musa tengah berupaya agar tradisi budaya Betawi ini tidak hilang dilekang zaman, salah satunya dengan mengejar prestasi.

"Setiap latihan kita teman-teman yang baru saya selalu bilang kalian itu latihan jangan sekadar latihan, tapi resapi dan jadikan hobi dan jadi penerus saya. Kalau dulu memang kita batasin hanya lingkup keluarga sekarang kita buka umum siapa saja yang mau latihan tradisi ini boleh berbeda dengan dulu zaman saya belajar yang hanya membolehkan bagi anggota kekuarga atau sodara, sekarang tidak," ucapnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya