Jokowi-Ma'ruf Disebut Pemimpin Qowiyyun Amin, Ini Artinya

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 21 Februari 2019 01:02 WIB
(Foto: Taufik Budi/Okezone)
Share :

DEMAK - Kaum Nahdliyin menyatakan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin sebagai sosok-sosok yang dibutuhkan untuk memimpin Indonesia. Keduanya memiliki kriteria sebagai sosok yang kuat dan bisa dipercaya.

"Dalam kitab suci disebut ‘qowiyyun amin’, yakni yang kuat dan bisa dipercaya," ujar Rois Syuriah PCNU Kabupaten Demak, KH Zaenal Arifin Mahsun, saat rapat koordinasi Jaringan Perempuan Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Demak, di Demak, Rabu (20/2/2019).

Menurut Zaenal, baik Jokowi maupun Ma'ruf Amin sudah membuktikan kekuatannya dengan kerja yang baik. Atas dasar itu, kaum Nahdliyin diminta terus bergerak untuk memenangkan pasangan ini.

"Kalau Kiai Ma'ruf sudah jelas sosok, kapasitas, dan kualitasnya. Beliau sosok istimewa di NU karena sebelumnya merupakan Rois Aam. Tentu kita ingin, kerja-kerja yang sudah dilakukan Pak Jokowi ini terus dilanjutkan. Apalagi kalau dilihat namanya, ada kowi dari Pak Jokowi, dan Amin, dari Kiai Ma'ruf," bebernya.

Ketua PCNU Kabupaten Demak KH Aminudin Mas'udi menyatakan, posisi perempuan sangat istimewa karena suara dari kaum ibu sangat konsisten. Atas dasar itu, keberadaannya sangat menjadi andalan, termasuk di NU.

"Maka perempuan-perempuan dijaring dan dikedepankan. Karena ibu-ibu jadi andalan. Kalau sudah iya, maka yakin akan iya-nya," katanya.

Anggota Jaringan Perempuan NU Jawa Tengah Ida Nur Saadah menyatakan, sebagai sosok anak, maka tidak boleh berpangku tangan. Dia menargetkan pasangan Jokowi-Ma'ruf bisa menang di atas 70 persen di Kabupaten Demak.

(Baca juga: Erick Thohir: Milenial Akan Pilih Jokowi Menuju Industri 4.0)

“Kiai kita dipilih untuk maju sebagai (calon) wakil presiden. Sebagai anak, tentu kita harus berusaha ikut memenangkannya," ujarnya.

Ida menyatakan, jaringan perempuan yang hadir dalam rakor mayoritas merupakan pemimpin ranting, baik itu Muslimat, Fatayat, maupun IPPNU.

"Tiap ranting jamaahnya 900 sampai 1.000 orang. Jadi yang hadir di rakor ini tidak akan tinggal diam. Ini gawe besar kita, dan demi keberadaan NU," imbuhnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya