JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir menyayangkan pernyataan Mantan Menteri ESDM yang juga Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon 02, Sudirman Said di salah satu stasiun televisi.
Di mana Sudirman Said menyebut bahwa ada seseorang yang meminta dirinya untuk tidak melaporkan hasil audit forensik Kordamentha kepada KPK atas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu.
Baca juga: Dituduh Dalangi Aksi Tuntutan Lahan Prabowo, TKN: Kita Tidak Sepicik Itu
Sehingga, Inas menilai pernyataan Sudirman Said penuh dengan intrik politik sesat menjelang pemilihan presiden 2019 bulan April mendatang.
“Sangat sarat dengan intrik politik sesat yang sengaja disusun oleh Prabowo Subianto dalam kontestasi pilpres 2019 untuk merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara agar tujuan-nya tercapai,” ujar Inas kepada Okezone, Minggu (24/2/2019).
Lebih jauh, Inas menerangkan bila yang terjadi sebenarnya adalah, KPK berkirim surat kepada Pertamina pada tanggal 13 November 2015 lalu meminta hasil audit forensik Kordamentha. lalu pada tanggal 17 November 2015, Pertamina mengirim laporan audit forensik Kordamentha kepada KPK.
Baca juga: TKN Optimis 15 Ribu Undangan Akan Ramaikan Acara Konvensi Rakyat
“Sedangkan pada saat itu Sudirman Said sedang sibuk dengan dirinya sendiri yang berupaya mencuci tangan akibat menyebarluaskan rekaman papa minta saham dimana kemudian di melapor ke MKD pada tanggal 16 November 2015,” beber Inas.
Maka dari itu, Inas tak percaya jika Sudirman Said mengatakan bahwa ada seorang staf Istana yang melarang dia untuk melaporkan hasil audit forensik Kordamentha kepada KPK. Karena KPK sendirilah yang secara aktif meminta laporan hasil audit forensik Kordamentha tersebut.
“Selain itu adalah tidak mungkin Presiden (Jokowi) mau mengambil resiko hukum maupun politik yang akan terjadi dengan cara meminta Sudirman Said menolak permintaan KPK yang meminta Pertamina untuk menyerahkan bukti adanya dugaan tindak pidana korupsi yang tercantum dalam laporan audit forensik Kordamentha,”kata Ketua DPP Partai Hanura itu.
Baca juga: Masyarakat Gayo Tuntut Lahan Prabowo, BPN: Itu Segelintir Orang yang Diduga Diperalat
Selain itu, Inas mengaku saat dirinya masih di Komisi VII DPR dan Sudirman Said masih Menteri ESDM sering sekali berkeluh kesah baik secara pribadi kepada saya maupun pada saat rapat kerja.
“Sehingga tidak heran kalau Sudirman Said takut berhadapan dengan saya,” tandas dia.
(Fakhri Rezy)