Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komandan Militer AS Beri Peringatan Serius, Sebut Situasi Perang Iran Tak Bisa Dipertahankan

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 01 September 2026 |00:05 WIB
Komandan Militer AS Beri Peringatan Serius, Sebut Situasi Perang Iran Tak Bisa Dipertahankan
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
A
A
A

JAKARTA - Para komandan senior militer Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahwa perang yang berkepanjangan melawan Iran adalah situasi yang "tidak dapat dipertahankan" dan mengancam kemampuan negara untuk merespons krisis global serta mempertahankan wilayah dalam negeri.

Peringatan tersebut tercantum dalam edisi 14 Agustus Secretary of Defense Orders Book (Buku Perintah Menteri Pertahanan), sebuah dokumen internal rahasia yang digunakan untuk mengarahkan pergerakan militer, demikian dilaporkan The Washington Post.

Sumber yang mengetahui penilaian tersebut mengatakan bahwa edisi terbaru itu mengharuskan personel tertentu yang saat ini berada di Timur Tengah untuk tetap berada di sana hingga bulan September, sementara unit-unit lain diperintahkan untuk melanjutkan penugasan mereka hingga tahun 2027.

Para kepala staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, bersama dengan para komandan bintang empat yang bertanggung jawab atas operasi di Eropa, Asia, dan Amerika Latin, menilai perang yang telah berlangsung selama enam bulan itu sebagai situasi yang "terlalu berat dan terlalu lama".

Para pemimpin Komando Eropa AS (US European Command), Komando Indo-Pasifik AS (US Indo-Pacific Command), dan Komando Selatan AS (US Southern Command), serta laksamana tertinggi Angkatan Laut, secara resmi menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap perintah perpanjangan penugasan pasukan mereka di Timur Tengah.

Meskipun langkah tersebut menandakan adanya ketidaksepakatan resmi terhadap arahan Menteri Pertahanan, para komandan menegaskan bahwa mereka akan tetap melaksanakan misi tersebut, demikian dilansir TRT.

Laporan itu menyebutkan bahwa pengalihan penugasan kapal dan pesawat pengintai ke Komando Pusat AS (US Central Command)—yang mengawasi operasi militer di Timur Tengah—telah mengurangi kapasitas militer untuk pelatihan dan pertahanan dalam negeri.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement