Angkatan Laut dilaporkan telah mengerahkan sumber dayanya secara maksimal demi memenuhi kebutuhan masa perang, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa kurangnya pemeliharaan kapal dapat menyebabkan kekurangan armada jika konflik lain pecah.
Meskipun pimpinan Angkatan Darat dan Angkatan Udara secara resmi menyetujui perpanjangan masa penugasan tersebut, mereka memperingatkan bahwa keputusan itu membawa "risiko signifikan".
Saat ini, lebih dari 50.000 personel militer AS ditempatkan di wilayah tersebut.
Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menolak membahas rincian perintah penugasan ataupun perbedaan pendapat internal secara spesifik.
Ia menyatakan bahwa keputusan mengenai alokasi pasukan didasarkan pada "prioritas strategis yang ditetapkan oleh presiden serta saran dari Ketua Kepala Staf Gabungan dan para Komandan Komando Tempur".
Belum ada kejelasan mengenai kapan unit-unit yang telah dikerahkan secara intensif tersebut akan diizinkan kembali ke wilayah operasi asal mereka.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.