Sebelum Keluar Surat Penolakan, Ada Orang Utusan Sandi Menyambangi Ponpes Buntet

Fathnur Rohman, Jurnalis
Minggu 03 Maret 2019 11:31 WIB
Ponpes Buntet buka suara di balik penolakan Sandiaga Uno (Foto: Fathnur/Okezone)
Share :

CIREBON - Pimpinan Ponpes Buntet, KH Adib Rofiuddin menyatakan ia mendengar informasi Cawapres Sandiaga Uno akan mengunjungi pondok pesantren yang diasuhnya. Namun, setelah pihaknya mengeluarkan surat penolakan, Kiai Adib kemudian mendapat berita klarifikasi dari Sandiaga.

"Baru kami keluarkan surat penolakan itu, kemudian pada malam harinya kami mendengar bahwa Pak Sandiaga Uno tidak ke sini," ujar Adib, Sabtu 2 Maret 2019.

Kiai Adib mengungkapkan, sempat ada beberapa utusan dari Sandiaga Uno yang menemuinya. Namun, dikarenakan beberapa pertimbangan, ia akhirnya memutuskan untuk membuat surat pernyataan penolakan Sandiaga Uno ke Ponpes Buntet.

"Sempat ada beberapa utusannya yang datang ke sini, " katanya.

Ia menyampaikan, dikeluarkannya surat penolakan itu merupakan bentuk perlindungan untuk Sandiaga Uno sendiri. Pasalnya, Adib sempat mendengar kabar ada beberapa warga yang akan menghadangnya datang ketika berkunjung ke Cirebon.

Sandiaga Uno saat melawat ke Cirebon (Foto: Fathnur/Okezone)

(Baca Juga: Sandiaga: Saya Memang Tidak Ada Kunjungan ke Ponpes Buntet)

Selain itu, lokasi antara Ponpes Nurul Huda di Desa Munjul, sangat berdekatan dengan Ponpes Buntet. "Kami menolak, karena untuk menjaga kemaslahatan bersama," ujar Kiai Adib.

Sementara, Ketua Relawan Jokowi Mania (JOKMAN) Immanuel Ezbenezer secara tegas meyampaikan, jika apa yang dikatakan oleh Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, terkait rencana kunjungan Sandiaga Uno ke Ponpes Buntet tidak mungkin bohong.

Hal tersebut ia sampaikan, ketika melakukan silaturahmi ke rumah Pimpinan Ponpes Buntet KH Adib Rofiuddin. Dalam lawatannya tersebut, ia secara tegas mengatakan, klarifikasi yang dilakukan Sandiaga Uno hanya sekedar framing.

"Kita lihat, beberapa jam setelah dikeluarkannya surat penolakan itu, Sandiaga Uno melakukan klarifikasi, bahwa dia tidak punya niatan datang. Itu kan gak bener juga, seakan-akan cuman memframing, kalau kiyai Buntet melakukan kebohongan," ujarnya, saat ditemui Okezone.

Surat penolakan yang dikeluarkan oleh Ponpes Buntet tersebut, sambungnya, hanya untuk mengingatkan supaya kelancaran dari kegiatan Sandiaga Uno tetap berjalan.

"Itu hanya untuk mengingatkan saja. Mana mungkin kiai menolak seorang Cawapres. Selain itu, tidak ada penolakan secara pereksekusi. Banyak pertimbangannya, salah satunya kalau sikap politik Ponpes Buntet mendukung Capres nomor urut 01," tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya