BANDA ACEH - Beredar Pamflet peluncuran Tabloid Obor Rakyat yang akan dilakukan pada hari ini Jumat (8/3/2019) malam. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin meminta aparat hukum lebih tegas dalam penyebaran fitnah dan hoaks.
Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto meminta, aparat penegak hukum melipat gandakan hukuman kepada pihak yang ada di belakang Obor Rakyat. Hal ini dilakukan apabila masih belum jera usai menjalani hukuman.
Baca juga: Kejagung Tangkap Pemred dan Redaktur Obor Rakyat
"Kalau fitnah, sudah di penjara pengedarnya, desainernya pada tahun 2014 lalu masih belum kapok-kapok ya harus ditegakkan lagi hukum yang lebih berat," ujar Hasto di sela Safari Kebangsaan X di Banda Aceh, Jumat (8/3/2019).
Diketahui, pada tahun 2014 Tabloid Obor Rakyat menjadi polemik, lantaran isi dalam tabloid dinyatakan memenuhi fitnah kepada Joko Widodo. Dua pimpinan Obor Rakyat, Darmawan Sepriyosa dan Setyardi Budiono pun sempat mendekam dalam penjara hinga akhirnya bebas.
Baca juga: Kasus Obor Rakyat Seharusnya Diselesaikan dengan UU Pers
Hasto pun berharap berharap agar pihak Kepolisian tak ragu untuk turut mengawasi pergerakan Obor Rakyat agar fitnah tak muncul kembali di pilpres 2019.
"Berbagai fitnah harus di stop. Dan aparat penegak hukum tidak perlu ragu-ragu menertibkan hal tersebut," jelas Sekjen PDIP itu.
Baca juga: Terdakwa Kasus Obor Rakyat Minta Maaf ke Jokowi
Berdasarkan Pamflet yang beredar di kalangan wartawan, Obor Rakyat direncanakan kembali terbit. Peluncuran tabloid kontroversial itu akan diselenggarakan di Gedung Joang 45 di Cikini, Jakarta Pusat malam nanti.
(Fakhri Rezy)