Masyarakat Diimbau Tak Termakan Informasi Tabloid Obor Rakyat

Fadel Prayoga, Jurnalis
Sabtu 09 Maret 2019 00:46 WIB
Foto Istimewa
Share :

JAKARTA - Tabloid Obor Rakyat yang sempat memicu kontroversi ketika kampanye Pilpres 2014 kini akan kembali terbit di Pilpres 2019. Berbagai pihak pun menduga kemunculan surat kabar itu akan kembali menyebarluaskan informasi bohong seperti dahulu.

Peneliti Formappi, Lucius Karus mengimbau masyarakat tak termakan berita yang ada di dalam tabloid Obor Rakyat. Kata dia, tidak dipungkiri jika ditahun politik ini ada segelintir orang yang masih percaya tabloid tersebut.

"Ini menyesatkan, jualan gagal di Pemilu 2014. Harusnya bertaubat jika pernah percaya dengan obor rakyat," kata Lucius dalam sebuah diskusi publik yang diinisiasi Relawan Bergerak Bersatu (RBB) di Mie Aceh Cikini Menteng Jakarta Pusat, Jumat (8/3/2019).

 (Baca juga: Kemenkumham: Cuti Bersyarat Pemred Obor Rakyat Tak Dibatalkan)

Menurut dia, lahirnya kembali Obor Rakyat tak bisa dipidahkan dalam agenda Pilpres 2019.

"Dimasa lalu, Obor Rakyat bermain di lahan ini dan kini muncul lagi pada moment sama di tahun politik. Saya kira situasi kemunculan obor rakyat saat Pemilu hampir sama. Ini pertandingan ulang dan sulit untuk menyangkal hadirnya lagi dalam konteks sama gagal mencapai hasil," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pengamat Politik IPI Jerry Massie berpesan agar Obor Rakyat bisa menjadi media corong politik kulkas bukan politik kompor. Kata dia, kulkas itu mendinginkan dan kompor sebaliknya.

 (Baca juga: Pemrednya Kembali Dipenjara, Tabloid Obor Rakyat Batal Diluncurkan Malam Ini)

"Obor rakyat ini harapannya bisa jadi politik kulkas bukan kompor," kata Jerry.

Sementara itu, Pengamat Hukum Saor Siagian mendorong agar Dewan Pers bisa melakukan pekerjaan mengawasi kemunculan Obor Rakyat.

"Kita dorong lagi agar Dewan pers melakukan pekerjaan itu. Dan Dewan Pers pernah sampaikan bahwa Obor Rakyat ini bukan produk jurnalistik. Jadi itu yang saya bilang tadi, ini sesungguhnya pengkhianat daripada negara dan insan pers," kata dia.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya