Kemudian tiga tahun berselang, tepatnya pada 1618, Gubernur Jenderal VOC, Jan Pieterszoon (JP) Coen menjadikan tempat itu sebagai pulau pertahanan terhadap akibat memuncaknya ancaman Banten dan Inggris.
Pertempuran antara pasukan Belanda dan Inggris untuk memperebutkan Pulau Onrust, memaksa pasukan 'meneer' bertekuk lutut kepada Inggris yang berhasil menduduki kawasan itu sekira tahun 1816.
Setelah berhasil merebut kawasan tersebut, Inggris memulai pembangunan di sana dengan mempekerjakan orang-orang keturunan Tiongkok dan para tahanan. Pulau Onrust yang tadinya luluh lantah akibat pertempuran antara Inggris dan Belanda kembali menggeliat sekira tahun 1848.
Seiring berjalannya waktu, Pelabuhan Tanjung Priok mulai berdiri pada 1883. Akibatnya, Pulau Onrust mulai kehilangan pamornya dalam dunia perkapalan dan pelayaran Nusantara. Nakhoda kapal saat itu lebih memilih menyandarkan kapalnya ke dermaga Pelabuhan Tanjung Priok.
Pulau Onrust Beralihfungsi
Pada tahun 1911, Onrust diubah fungsinya menjadi tempat karantina para jamaah haji hingga tahun 1933. Para calon jamaah haji ini dibiasakan dulu dengan udara laut, karena pada zaman itu untuk mencapai Tanah Suci mau tidak mau harus naik kapal laut dan mengarungi samudera selama berbulan-bulan lamanya untuk dapat menginjakkan kaki ke kota suci Makkah.