SENTANI – Empat Tim SAR Jayapura menyisir wilayah banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Hasilnya, dua korban berhasil dievakuasi ke Kantor SAR, semuanya anak-anak.
Kepala SAR Jayapura Putu Arga Sudjarwadi mengatakan, tim tersebar ke beberapa titik dampak banjir bandang.
"Pukul 21.00 WIT terjadi banjir bandang di sekitar wilayah Sentani, terparah BTN Sosial, Gajah Mada, dan perkampungan di wilayah Sentani. Hampir semua diterjang air. hanya di wilayah BTN dan perkampungan yang parah," kata Putu, Minggu (17/3/2019).
(Baca juga: Banjir Bandang Terjang Sentani Jayapura, Tiga Orang Meninggal Dunia)
Ia menjelaskan, korban yang dibawa ke Kantor SAR Jayapura adalah dua anak berjenis kelamin perempuan. "Informasinya anak ini lepas dari pegangan orangtuanya dan hanyut terbawa arus," kata Putu.
Banjir landa Sentani Kabupaten Jayapura, Papua. Banjir di Gunung Merah membawa debit banjir dan kayu-kayu. Hati-hati bahaya kesetrum listrik. Jangan memegang tiang listrik dalam basah atau perabotan rumah yang masih menyala dan terendam banjir. Semoga korban tidak bertambah. pic.twitter.com/1Pk2GOYoDb
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 16 Maret 2019
Dia mengatakan, saat ini banyak titik yang belum tersentuh akibat medan sulit dan hambatan alam.
"Ada pohon tumbang, ada tiang listrik yang masih teraliri listrik, sehingga menjadi kekhawatiran petugas untuk evakuasi," ucap Putu.
(Baca juga: Kendaraan, Jembatan, hingga Rumah Warga di Sentani Rusak Diterjang Banjir Bandang)
Ia menuturkan, wilayah Kali Ular Sentani yang turut menjadi titik terparah hingga kini belum terjangkau Tim SAR. Pihaknya membutuhkan alat berat untuk masuk dan mengevakuasi warga di sana.
"Kami masih kesulitan untuk masuk ke wilayah itu. Kita butuh alat berat," kata Putu.
Berdasarkan informasi dari BBMKG Wilayah V Jayapura, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai guntur diprediksi masih terjadi sekira pukul 01.10 sampai 02.40 WIT.
(Hantoro)