Minim Informasi, LSI Denny JA Prediksi Angka Golput di Pemilu Terus Naik

Sarah Hutagaol, Jurnalis
Selasa 19 Maret 2019 16:32 WIB
Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman (Foto: Sarah/Okezone)
Share :

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan kalau salah satu faktor yang membuat pemilih tidak menggunakan hak pilihnya atau golput dikarenakan minimnya informasi terkait Pemilu itu sendiri.

LSI Denny JA pun membuktikannya melalui survei yang dilakukan pada 18-25 Februari 2019. Berdasarkan data yang dihimpun, mereka menemukan sebesar 65.2 persen masyarakat yang tahu kapan Pemilu akan diselenggarakan, sedangkan 29.5 persen tidak mengetahuinya.

Selain itu, ditemukan pula sebesar 75.8 persen masyarakat yang langsung menjawab dengan benar tanggal diselenggarakannya Pemilu 2019, dan sebanyak 24.2 persen yang tidak menjawab dengan benar.

“Nah kalau kita tarik agregatnya, dari yang mengetahui 65.2 persen dan yang mengetahui dengan tepat pemilu 17 April adalah 75.8 persen,” ujar Ikrama Masloman selaku peneliti dari LSI Denny JA dikantornya, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2019).

“Artinya responden yang tahu dan menyebutkan tanggal pilpres dengan benar hanya 49.4 persen. Artinya pemilih kita belum terinformasi dengan baik tentang Pemilihan Presiden,” ungkapnya.

Sehingga, LSI Denny JA memprediksi kalau angka golput bisa terus naik. Hal tersebut merujuk berdasarkan data golput yang terdapat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 3 Pemilu terakhir, yaitu angka golput pada Pemilu 2004 sebesar 23.3 persen, pada 2009 sebanyak 27.45 persen, dan terakhir 2014 naik sebanyak 30.42 persen.

(Baca Juga: Unggul di 5 Segmen Pemilih, LSI: Jokowi-Ma'ruf Bakal Rugi Jika Terjadi Golput)

“Pada pertarungan Jokowi dan Prabowo yang bertanding pertama kali, itu pun tidak mampu menekan angka golput, sehingga golput menjulang lumayan tinggi jadi 30.42 persen. Artinya golput pas pilpres trennya selalu naik,” tutup Ikrama Masloman.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya