“Artinya responden yang tahu dan menyebutkan tanggal pilpres dengan benar hanya 49.4 persen. Artinya pemilih kita belum terinformasi dengan baik tentang Pemilihan Presiden,” ungkapnya.
Sehingga, LSI Denny JA memprediksi kalau angka golput bisa terus naik. Hal tersebut merujuk berdasarkan data golput yang terdapat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 3 Pemilu terakhir, yaitu angka golput pada Pemilu 2004 sebesar 23.3 persen, pada 2009 sebanyak 27.45 persen, dan terakhir 2014 naik sebanyak 30.42 persen.
(Baca Juga: Unggul di 5 Segmen Pemilih, LSI: Jokowi-Ma'ruf Bakal Rugi Jika Terjadi Golput)
“Pada pertarungan Jokowi dan Prabowo yang bertanding pertama kali, itu pun tidak mampu menekan angka golput, sehingga golput menjulang lumayan tinggi jadi 30.42 persen. Artinya golput pas pilpres trennya selalu naik,” tutup Ikrama Masloman.
(Khafid Mardiyansyah)