Poster tersebut juga menuai kritik di media sosial dengan berbagai alasan, termasuk tuduhan menyalahkan korban (victim blaming) melalui penegasan pada kebutuhan menggunakan helm. Pihak lain menyalahkan pengemudi dan minimnya jalur khusus bagi pengendara sepedadi beberapa kota di Jerman, atas angka kecelakaan-kecelakaan lalu lintas yang tinggi yang melibatkan si Pengemudi sendiri.
Tetapi ada juga pengguna media sosial, bersama dengan Dewan Keselamatan Lalu Lintas Jerman, Deutsche Verkehrssicherheitsrat (DVR), yang membela kampanye tersebut.
"Sangatlah penting memberikan pesan kepada generasi muda, karena angka penggunaan helm dalam kelompok ini sangat rendah. Kita berhasil dalam penghimbauan ini," kata Ketua DVR Christian Kellner.
"Sebuah helm memang tidak dapat mencegah kecelakaan, tetapi dapat melindungi cedera yang fatal di kepala," tandasnya.
(Rachmat Fahzry)