JAKARTA - PT MRT Jakarta diminta untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat saat sedang menggunakannya. Hal itu untuk menghindari perilaku norak yang ditunjukkan warga ketika menggunakan moda transportasi massal tersebut.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, peristiwa memalukan seperti makan di area stasiun dan bergelantungan di dalam kereta tak akan terjadi jikalau ada petugas di sana. Menurut dia, sikap budaya tak tertib seperti itu tak bisa sepenuhnya disalahkan kepada penumpang.
"Secara normatif perilaku konsumen itu tidak salah. Karena tidak ada peringatan dan penandaan yang melarangnya," kata Tulus kepada Okezone, belum lama ini.
Menurut dia, PT MRT seharusnya memberikan tanda peringatan kalau di sana itu dilarang makan dan minum di ruang tunggu kedatangan kereta.
"Managemen MRT itulah yang teledor karena tidak ada sosialisasi, tidak ada penandaan di stasiun dan kabin kereta," ujarnya.