Menteri LHK: Harimau yang Terkena Jerat Ngambek di Pusat Rehabilitasi

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Minggu 31 Maret 2019 18:27 WIB
Harimau yang kakinya terjerat (foto dok)
Share :

"Harimau itu ternyata maunya air yang bersumber dari gambut. Tidak mau air bersih. Jadi petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau membawa 2 tangki air dari areal yang khusus gambut. Setelah diberi air gambut, barulah harimau itu mau minum dan mandi. Air gambut tidak sebersih air umumnya," ucapnya.

 Baca juga: Harimau Kembali Serang Warga Inhil Riau

Harimau dewasa itu ditemukan terjerat pada 22 Maret 2019 di Desa Sangar, Pelalawan. Pada 24 Maret harimau itu baru berhasil dievakuasi. Petugas akhirnya membawa harimau yang terluka itu kepusat rehabilitasi.

Riau merupakan daerah yang mayoritas areal gambut. Harimau merupakan spesies langka yang hidup di beberapa hutan yang tersisa. Perburuan liar dan alih fungsi lahan secara massal membuat habitat harimau terus berkurang dan terancam punah akibat konflik.

Pada pertengahan November 2019, seekor harimau dewasa memasuki pemukiman di Desa Teluk Nibung, Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Harimau tersebut berkeliaran di sekitar ruko. Petugas BBKSDA pun menangkap harimau yang masuk ke pemukiman. Belakangan penyebabnya adalah kawasan harimau disana dijadikan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri (HTI). Harimau dewasa itupun dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya