(Baca Juga: Hasil Survei Voxpol Center: Jokowi-Ma'ruf Amin Unggul Tipis dari Prabowo-Sandi)
"Bahkan TKN selalu berani untuk mengambil ambang batas bawah, jadi kita selalu ambil margin batas bawah, itu untuk memacu tim untuk bekerja, sehingga tim-tim di lapangan bisa menjelaskan dengan baik, dan TKN optimis dari debat itu kita bisa menambah suara," tambahnya.
Menurut Pangi Chaniago, elektabilitas dari masing-masing pasangan calon masih bergerak secara dinamis. Hal tersebut dikuatkan dengan elektabilitas dari strong voter yang dimana Jokowi-Ma'ruf Amin memperoleh 43,1 persen dan Prabowo-Sandiaga 40,9 persen.
"Rendahnya angka strong voters ini akan mempengaruhi peta politik secara luas dan akan berpotensi merubah peta politik secara drastis, di sisi lain pemilih kita juga masih cair, partai ID kita juga masih rendah, relatif kecil pemilih setia dalam partai, biasanya faktor figur menjadi dasar pertimbangan mereka memilih," papar Pangi Chaniago.
(Angkasa Yudhistira)