JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April 2019, mayoritas lembaga survei kredibel memperlihatkan hasil survei dengan kemenangan ada di kubu Jokowi - Ma’ruf Amin. Namun pada saat yang sama, kita melihat adanya upaya masif dan sistematis untuk mendelegitimasi hasil pemilu meski pencoblosan dan penghitungan suara belum dimulai.
Upaya mendelegitimasi pemilu di antaranya berupa hoaks surat suara sudah dicoblos, surat suara dapil luar negeri sudah dihitung dengan kemenangan pihak paslon 02, hingga “ancaman” kalau paslon 02 tidak menang berarti ada kecurangan dalam penghitungan suara.
Baca juga: 25 Ribu Orang di Lampung Barat Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
“Kami menolak semua penggiringan opini sesat yang dikemas dan disebarkan untuk menggagalkan pelaksanaan pemilu!” Tegas Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, Dedy Mawardi, Jakarta, Kamis (11/4/2019).