JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Mahfud MD menyarankan agar mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Said Didu untuk melaporkan peretasan akun Twitternya ke Polri. Akun Twitter Said Didu diretas untuk memfitnah Ustaz Abdul Somad (UAS) setelah bertemu dengan Prabowo Subianto.
Selain Said Didu, Mahfud menyarankan mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan melaporkan peretasan akun Twitter miliknya ke polisi.
"Saya sendiri sebagai temannya ya sedih sampai diretas. Bukan hanya itu, Dahlan Iskan itu akun Twitternya juga diretas orang, beberapa saat sudah kembali normal lagi tapi follower-nya 2,2 juta hilang. Enggak ada lagi follower-nya sesudah diretas beberapa waktu lalu itu," kata Mahfud di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (15/4/2019).
Mahfud mengaku telah bertemu dan berbincang dengan Dahlan Iskan setelah peristiwa peretasan akun Twitter-nya. Selain itu, keduanya juga membahas persoalan politik menjelang pemungutan suara di Pilpres 2019.
"Diskusi tentang situasi politik, tentang arah perkembangan politik ke depan, bagaimana sesudah Pemilu negara ini harus dikelola," ujarnya.