PARIS – Gereja Katedral Notre Dame yang terletak di Kota Paris, Prancis, terbakar pada Senin 15 April waktu setempat. Hingga kini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab utama terbakarnya salah satu situs warisan dunia UNESCO tersebut.
Melansir dari laman New York Time, Selasa (16/4/2019), dua menara lonceng batu ikonik di bagian depan Notre-Dame tidak langsung dilahap si jago merah.
Built in 1163. Took 200 years to complete.
It survived revolutions, plagues and world wars.
And now, the evening of April 15th 2019, the Notre Dame in Paris burns.
All history gone.
The world stands helpless as history disappears before our eyes. ð
Im so sorry #NotreDame pic.twitter.com/aHYu5fOJqo— Sara (@SaraVanderwegen) April 15, 2019
Baca Juga: Gereja Notre Dame Terbakar, Presiden Prancis Bersedih
Api justu lebih dulu membakar bagian kerangka raksasa penyangga bangunan Notre-Dame yang terbuat dari kayu. Padahal, pihak pengurus Notre Dame sendiri mengatakan balok-balok kayu punyusun kerangka tersebut telah berdiri di sana sejak abad ke-13.
Puncak menara pun akhirnya runtuh setelah tiang penyangga terbakar selama kurang lebih satu jam setelah kebakaran terjadi.
Lebih lanjut, pihak pengurus juga mengklaim tengah melakukan renovasi bangunan tersebut dan telah menghabiskan dana sebesar 6,8 juta dolar atau sekira 95 miliar rupiah.
Baca Juga: Gereja Notre Dame Terbakar saat Sedang Direnovasi
Sebelumnya diberitakan, melalui akun Twitter pribadinya, Emmanuel Macron bersedih melihat apa yang terjadi pada salah satu tempat yang bersejarah di Paris, dan juga salah satu tempat wisata popular di dunia tersebut.
"Notre-Dame Paris terbakar. Emosi melanda seluruh bangsa. Termenung untuk semua umat Katolik dan untuk semua orang Prancis. Seperti semua rekan kita, saya sedih malam ini melihat Gereja Notre Dame terbakar," tulis Emmanuel Macron di akun Twitter-nya.
Notre-Dame is aflame. Great emotion for the whole nation. Our thoughts go out to all Catholics and to the French people. Like all of my fellow citizens, I am sad to see this part of us burn tonight. https://t.co/27CrJgJkJb
— Emmanuel Macron (@EmmanuelMacron) April 15, 2019
(Fiddy Anggriawan )