Sapta menyampaikan Indonesia memang perlu langkah konkrit untuk memaksimalkan potensi industri halal. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Inhalec bekerja sama dengan DinarStandard, industri halal Indonesia bisa menyumbang 3,8 miliar dolar AS, (Rp 53,2 Triliun) per tahunnya.
Ini setara dengan 0,4 persen GDP Indonesia dan berpotensi menurunkan nilai impor. Industri halal juga berpotensi menarik satu miliar dolar AS investasi asing secara langsung, dan dapat membuka 127 ribu lapangan kerja baru per tahun.
Indonesia telah menjadi pengekspor produk ekonomi halal terbesar diantara negara-negara Muslim dengan nilai 7,6 miliar dolar AS. Dari pengembangan industri halal, diharapkan ada tambahan lagi sekitar 5,1 miliar dolar AS.
Baca Juga : Resmikan Halal Park, Jokowi Umumkan Indonesia Peringkat Satu Wisata Halal Dunia
Sapta menyampaikan Halal Park berpotensi aktif dalam pengembangan industri halal dalam 2-3 tahun ke depan. Lokasinya cukup strategis dan berpotensi menjadi destinasi wisata baru baik untuk penduduk domestik mau pun mancanegara.