Selain itu, sejak awal Arief memaparkan bila pekerjaan para petugas KPPS memang sangat berat. Dia mengatakan, ke depan KPU akan mengevaluasi agar pelaksanaan Pemilu lebih baik.
Ia menyatakan, apabila sejak awal menyusun anggaran, KPU sebenarnya mengupayakan agar petugas KPPS bisa mendapatkan asuransi. Tetapi hal itu hingga sekarang tidak terjadi karena ada sesuatu hal.
“Memang kerja penyelenggara Pemilu itu kerjanya overtime, makanya ketika kami memilih itu memang nyari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga beresiko kalau orang ditekan kanan kiri gampang down enggak bisa,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya diwartakan, sejumlah petugas KPPS sakit dan meninggal dunia usai bertugas dalam pemungutan dan penghitungan suara. Ada pula yang meninggal dunia kecelakaan karena diduga kelelahan usai mengawal proses pemilu. Tidak hanya petugas KPPS anggota Polri lun turut menjadi korban.
(Awaludin)