"Semoga ini yang terkahir. Kita berharap semua anak muda di dunia khususnya ASEAN harus memperkuat toleransi serta membiasakan menghargai perbedaan. Toleransi adalah kunci perdamaian," tuturnya.
Baca Juga: Intelijen Ungkap Radikalisme Menyasar Kalangan ASN di Jateng
Fenomena radikalisme di kalangan pemuda, kata Niam, dipicu oleh sentimen atau cara pandang yang tidak tepat atas persoalan ras, agama, dan politik. Mereka yang terpapar faham ini cenderung tidak bisa menerima perbedaan antara satu dengan yang lainnya.
Seperti diketahui, serangan bom mengguncang Sri Lanka beberapa waktu lalu. Jumlah korban tewas akibat serangan teroris di Hari paskah itu dilaporkan mencapai 310 jiwa. Peristiwa ini tidak berselang lama setelah kasus penembakan brutal terjadi di sebuah masjid di Selandia Baru yang juga membuat puluhan orang meninggal.
(Fiddy Anggriawan )