Data Kementerian Tenaga Kerja menunjukkan lebih dari 85% migran Korut bekerja di bidang konstruksi.
Sisanya berkecimpung di berbagai sektor, mulai dari industri garmen, pertanian, penerbangan kayu, katering, dan pengobatan tradisional.
Bagi warga Korut yang dilanda kemiskinan, mendapat pekerjaan di Rusia adalah tiket impian, kata Profesor Andrey Lankov, pakar Korut dari Universitas Kookmin di Seoul, Korea Selatan.
"Mustahil mendapat kerja di Rusia tanpa membayar suap (di Korea Utara)," cetusnya.
Dalam kasus pada 2015, para petugas imigrasi di Nakhodka, bagian timur Rusia, mendapati tiga ahli ekonomi pertanian Korea Utara bekerja sebagai pembersih salju di jalan.
Perusahaan Korut-Rusia yang memperkerjakan mereka mengklaim pekerjaan tersebut tidak jauh dari tugas utama mereka memantau hasil panen. Namun, aparat tidak yakin dengan klaim itu sehingga ketiganya dideportasi.
Menurut Kementerian Tenaga Kerja Rusia, warga Korut rata-rata dibayar US$415 (Rp5,8 juta) per bulan, 40% lebih rendah dari upah rata-rata di Rusia.
Baca juga: Kim Jong-un Akan Temui Putin di Rusia Bulan Ini
"Anda harus menyerahkan setengah dari gaji kepada negara (Korea Utara). Namun yang tersisa jauh lebih banyak dari yang didapat di kampung halaman," kata Profesor Lankov.
Perusahaan-perusahan Rusia yang ingin memperkerjakan warga Korut harus mendaftar di Kementerian Tenaga Kerja untuk mendapat "kuota" dan izin memberdayakan tenaga kerja asing senilai US$200 (Rp2,8 juta) per orang.
Sebagian besar ditempatkan di bagian timur Rusia, tempat Kim Jong-un dan Vladimir Putin bertatap muka pekan ini.
Lantaran populasi di kawasan itu menyusut, wilayah tersebut kekurangan tenaga kerja sehingga pekerja asal Korut dapat berkiprah.
Akan tetapi, rangkaian sanksi PBB sangat berimbas terhadap pekerja Korut. Tahun lalu kuota untuk 900 pekerja Korut dirilis pemerintah, sangat turun dari tahun-tahun sebelumnya.
Data Kementerian Tenaga Kerja pada 2018 menunjukkan pekerja Korut tersebar di berbagai lokasi di Rusia.
Sebanyak 40% dari semua izin kerja karyawan asal Korut diberikan kepada perusahaan-perusahaan di Moskow dan St Petersburg.