Kabar kehilangan ini kemudian diposting kakaknya ke salah satu grup FB. Dari postingan itu, diketahui bahwa Melati sempat berada ke Sungai Raya Dalam (Serdam). Tempat ibu angkatnya. Setelah didatangi, ibu angkat Melati mengatakan kepada Ip, bahwa Melati juga pernah bilang minta untuk dicarikan kerja. "Lalu setelah ditanya-tanya lagi kepada ibu angkatnya, anak saya bercerita telah diperkosa sama om-om itu. Di Hotel Kini katanya," papar warga Pontianak Barat ini.
Ip mengatakan, selama ini Melati tak pernah punya masalah dengan keluarga. Bahkan, perilakunya baik dimata keluarga. Takut dengan lelaki. "Tidak ada masalah apa-apa. Cuma tidak tahu kenapa dia (Melati, red) kabur dari rumah. Waktu saya sakit, dia masih sempat mengambilkan bantal dan menanyakan keadaan saya. Setelah itu dia meninggalkan uang untuk saya. Maklum bapaknya inikan ngamen. Dapat duit receh mau ditukar untuk berobat. Setelah itu, saya tidak sadar lagi, dia sudah lari," beber Ip.
Ip menjelaskan, saat ini anaknya mengalami syok berat. Selalu merasa ketakutan. Bahkan kerap pingsan. "Saya pun kaget lihat anak saya kayak gini. Pergi dari rumah bagus-bagus, tahu-tahu sudah kayak gini. Dia takut sama saya. Setiap ditanya, pasti nangis. Berkali-kali jatuh pingsan. Sempat bilang tiga kali (disetubuhi). Pelaku pun mengaku tiga kali. Saya tidak tahu tempatnya dimana. Dia tidak ada cerita sama saya, tapi dengan ibu angkatnya ada cerita," jelas Ip.
Pe, ayah Melati menuturkan, kabar kehilangan anak ini sebelumnya sempat dilaporkan di Polsek Pontianak Barat. "Saat hilang, sudah dilaporkan ke kantor polisi. Saya tidak tahu, entah dia (Melati, red) sudah berjanji atau apa dengan pelaku melalui handphone. Anak-anak saya yang lainnya memang sering melihat pelaku ini di beberapa lokasi," terangnya.