JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyinggung tentang ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia akibat kelelahan. Menurut Prabowo, kejadian ini baru terjadi sepanjang sejarah kepemiluan di Indonesia.
"Baru terjadi dalam sejarah 300 lebih petugas pemilihan meninggal. Meninggal karena kecapean," kata Prabowo saat menghadiri peringatan May Day 2019 KSPI di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).
Eks Danjen Kopassus itu mengatakan, para dokter menyimpulkan kejadian tersebut kurang masuk akal. Karenanya Prabowo berharap kematian ratusan petugas KPPS bisa terungkap.
"Para dokter katakan ini kurang masuk akal. Mudah-mudahan akan terungkap apa yang terjadi sebenarnya," imbuh dia.
Baca Juga: Prabowo: Yang Pasti Menang Prabowo-Sandi, Mereka yang Curang Akhlaknya Seperti Lutung
Prabowo menuturkan, bangsa Indonesia telah memiih demokrasi sebagai sisten pemerintahannya. Sistem tersebut diakui di seluruh dunia dapat membawa kemakmuran bagi rakyatnya.
"Hanya demokrasi. Demokrasi artinya rakyat yang berkuasa," jelas dia.
Berdasarkan informasi dari KPU, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 336 orang. Angka tersebut merupakan data hingga 30 April 2019, pukul 18.00 WIB. Selain itu, petugas KPPS yang mengalami sakit sebanyak 2.232 orang.
(Edi Hidayat)