Jamaah Naqsabandiyah Sudah Berpuasa Hari Ini

Rus Akbar, Jurnalis
Sabtu 04 Mei 2019 13:32 WIB
Jamaag Tarekat Naqsabandiyah saat salat tarawih (foto: ist)
Share :

PADANG - Hari ini umat Islam yang menganut Terekat Naqsabandiyah sudah mulai melaksanakan ibadah puasa, atau tepat jatuhnya bulan Ramadan 1440 Hijriah dan tadi malam sudah melakukan salat tarawih seluruh masjid yang menganut tarekat tersebut.

Di antaranya berlangsung di Musala Baitul Ma'mur dan Surau Baru di Kecamatan Pauh, Kota Padang. Terdapat ratusan jamaah Naqsabandiyah begitu khusuk melaksanakan salat tarawih. Sebelum tarawih, para jamaah melangsungkan ibadah salat Isya.

Imam Terekat Naqsabandiyah, Syafri Malin Mudo menjelaskan bagi jamaah Naqsabandiyah, penentuan awal Ramadan berdasarkan perhitungan metode hisab munjid. melaksanakan salat tarawih tadi malam Naqsabandiyah di Kota Padang hari ini memuli puasa hari ini.

"Bagi Naqsabandiyah sudah melakukan penghitungan hari dengan memakai kalender hisab munjid. Kami besok telah menunaikan ibadah puasa," kata Imam Terekat Naqsabandiyah, Syafri Malin Mudo di Musala Baitul Makmur kepada Okezone, Sabtu (4/5/2019).

 

Syafri Malin Mudo menyebutkan, penghitungan hari menyambut bulan suci Ramadan itu telah dilakukan sejak turun temurun. Untuk pelaksanaan ibadah puasa jamaah Naqsabandiyah tetap selama 30 hari.

"Ya kami melaksanakan salat tarawih tadi malam dan dalam hitungan kami satu Ramadan itu jatuh pada hari ini. Kami melaksanakan empat rakaat salat Isya terlebih dahulu kemudian 15 rakaat salat sunah tarawih dan terakhir dengan tiga rakaat salat witir," tuturnya.

Penentuan awal puasa jamaah Naqsabandiyah ini memang selalu lebih dulu. Pemerintah sendiri dijadwalkan baru akan melakukan Sidang Isbat menentukan jadwal 1 Ramadhan 1440 H pada Minggu 5 Mei 2019 mendatang.

“Meski sudah diminta sama, tapi kami tidak mau karena kami sudah menjalankan sesuai ajaran Islam,” ungkapnya.

 

Sementara umat Islam lainnya yang menganut Tarekat Syattariyah, baru akan maniliak (melihat) bulan dengan kasat mata pada hari Senin 6 Mei 2019.

“Kalau sore itu (Senin) nampak bulan kita akan mulai puasa besok, tapi kalau tidak nampak bulan maka kita akan bulatkan hitungan sya’ban selama 30 hari, tapi itu tergantung dari sidang para ulama Syattariyah,” ungkap Darmawi, Tokoh Agama Syattariyah di Masjid Raya Belimbing Padang.

Jadi kata Darmawi bisa jadi puasa pada Selasa atau Rabu nanti. “Memang kita selalu terlambat puasa dan lebarannya, namun itu sudah sejak dari dulu sampai sekarang karena kita memakai cara tradisional sesuai ajaran Rasul,” pungkasnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya