Sementara umat Islam lainnya yang menganut Tarekat Syattariyah, baru akan maniliak (melihat) bulan dengan kasat mata pada hari Senin 6 Mei 2019.
“Kalau sore itu (Senin) nampak bulan kita akan mulai puasa besok, tapi kalau tidak nampak bulan maka kita akan bulatkan hitungan sya’ban selama 30 hari, tapi itu tergantung dari sidang para ulama Syattariyah,” ungkap Darmawi, Tokoh Agama Syattariyah di Masjid Raya Belimbing Padang.
Jadi kata Darmawi bisa jadi puasa pada Selasa atau Rabu nanti. “Memang kita selalu terlambat puasa dan lebarannya, namun itu sudah sejak dari dulu sampai sekarang karena kita memakai cara tradisional sesuai ajaran Rasul,” pungkasnya.
(Awaludin)