Langkah itu juga diperlukan, sambung Fauka, menyusul adanya permasalahan proses pemindahan napi di depan Lapas narkotika Nusakambangan, yang dipandang telah melanggar hak asasi manusia. Itu karena napi diperlakukan seperti binatang yang dipukul, tendang, hingga diseret sipir.
"Di situ terlihat manusia sudah tidak ada artinya lagi untuk hidup dan mengalami perlakukan sadis. Karena itu, segera ambil tindakan," tutur Fauka.
Ia menambahkan, meski kalapas narkotika Nusakambangan sudah dicopot, hal itu tidak menyelesaikan masalah. Karena untuk mengatasi semua itu, harus dilakukan pembenahan hingga ke tingkat pimpinan atas.
"Segera lakukan pergantian untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang selama ini ada didalam lapas maupun rutan," katanya.