Terungkap! Ini Faktor Penyebab Kematian Ratusan Petugas KPPS di Pemilu 2019

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 14 Mei 2019 15:00 WIB
Menkes Nila F Moeloek (Feri/Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek mengungkapkan beberapa faktor penyebab meninggalnya ratusan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2019 berdasarkan hasil audit medik. Pemicu kematian paling dominan adalah karena sakit jantung dan gagal pernapasan.

Hal itu disampaikan Nila saat memaparkan hasil audit medik terkait sakit dan meninggalnya para penyelenggara, pengawas hingga pengaman Pemilu 2019 dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Nila mengatakan, petugas KPPS paling banyak meninggal yang usianya sudah tua atau rata-rata di atas 50 tahun.

"54 persen berusia di atas 50 tahun. Bahkan ada yang berusia 70 tahun. Jadi artinya memang yang meninggal kebanyakan usia tua," kata Nila.

Dia mengungkapkan bahwa faktor penyebab mereka mengembuskan napas terakhir mayoritas atau 51 persen disebabkan karena penyakit kardiovaskular atau jantung, termasuk stroke dan sudden infant death atau kematian mendadak.

Kalau ditambah dengan hipertensi atau darah tinggi, lanjut Nila, angkanya bisa mencapai 53 persen.

“Jadi hipertensi ini yang emergency juga bisa menyebabkan kematian. Kita masukkan ke dalam kardiovaskuler," ujarnya.

Selain penyakit kardiovaskular, angka kematian petugas KPPS paling banyak kedua disebabkan oleh penyakit gagal pernapasan (respiratori), kemudian asma atau sesak napas.

"Ketiga disebabkan kecelakaan sebesar 9 persen. Ada gagal ginjal, diabetes melitus dan penyakit liver,” kata Nila.

Menkes menyatakan jajarannya terus mengumpulkan data medik terkait meninggal dan sakitnya penyelenggara Pemilu. “Kami tetap mendorong agar kepala dinas kesehatan mengumpulkan data tersebut. Ini yang disebut audit medik," ujar dia.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya