SOLO - Istri almarhum presiden ke-4, Abdurahman Wahid alias Gus Dur, Dra Sinta Nuriyah Abdurachman Wahid menegaskan, pemilu telah usai, sekarang waktunya untuk lebih memperkokoh persatuan dan kerukunan sesama anak bangsa.
"Kita adalah satu. Satu nusa, satu bangsa jangan karena Pemilu yang hajatan lima tahunan mengancam NKRI," kata Sinta saat pengajian buka bersama di pondok pesantren (Ponpes) Al Muayad Solo, Minggu (19/5/2019) malam.
Dalam pengajian bertema "Dengan berpuasa kita padamkan kobaran api kebencian dan hoaks", Ibu Sinta mengatakan masyarakat dihimbau untuk menahan diri jangan mudah terhasut berita hoax di media sosial.
"Kondisi belakangan ini semua pihak agar menahan diri, menjelang tanggal 22 Mei pengumuman hasil perhitungan Pemilu agar tidak berjalan sendiri-sendiri," sambungnya.
Ny Sinta didampingi Wawali Surakarta Achmad Purnomo dan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) KH Abdul Rozak mengatakan pihaknya terus berupaya merekatkan kohesi sosial di negara Indonesia yang masyarakatnya heterogen ini.
"Dengan cara sahur bersama yang juga diikuti warga non muslim di lokasi kawasan marginal, juga berceramah di berbagai kota, kami berupaya merekatkan bangunan NKRI agar tetap kokoh dan kuat bersatu," pungkasnya.
(Awaludin)