nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langgar Kode Etik Berat, Ketua dan Seluruh Komisioner KPU Batam Dipecat

Aini Lestari, Jurnalis · Kamis 21 November 2019 13:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 21 340 2132675 langgar-kode-etik-berat-ketua-dan-seluruh-komisioner-kpu-batam-dipecat-xqlQ7PlFm2.jpg Ilustrasi Pemilu 2019 (foto: Okezone)

BATAM - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan ketua dan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) dalam sidang putusan yang dilaksanakan pada Rabu 20 November 2019 pukul 14.30 WIB.

Dalam putusan tersebut, Ketua KPU Batam Syahrul Huda beserta para komisioner lainnya, Zaki Setiawan, Sudarmadi, Muhammad Sidik dan Mulia terbukti melanggar kode etik berat. Putusan pemberhentian tersebut dibacakan oleh Ketua DKPP Harjono dan disiarkan langsung di akun resmi facebook DKPP.

Baca Juga: Pilpres Usai, Moeldoko Ingin Buzzer Medsos Pensiun 

“Memutuskan, mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian. Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu I Syahrul Huda selaku Ketua merangkap anggota KPU Kota Batam, teradu II Zaki Setiawan, teradu III Sudarmadi, teradu IV Muhammad Sidik, dan teradu V Muliadi Evendi, masing- masing selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Batam,” kutipan salinan putusan.

Ilustrasi (foto: Okezone) 

Zaki Setiawan yang dikonfirmasi mengaku telah mendengar informasi terkait pemberhentian dirinya tersebut. Namun dirinya belum menerima salinan putusan dan masih menunggu SK pemberhentian tersebut.

“Belum (menerima). Ini masih nunggu,” ujarnya melalui pesan singkat.

Zaki mengaku menerima putusan DKPP tersebut dan tidak akan mengajukan banding. Hal ini dikarenakan putusan tersebut merupakan putusan akhir dan bersifat mengikat. “Tidak (banding). Karena putusan DKPP bersifat final dan mengikat,” katanya lagi.

Zaki menjelaskan, putusan tersebut berawal dari aduan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam dan Syamsuri, calon anggota legislatif Provinsi Kepri dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Pengaduan oleh Bawaslu Batam dan Syamsuri, Caleg PAN,” katanya lagi.

Sementara dari informasi yang dihimpun di lapangan, aduan ini berawal dari berkurangnya perolehan suara Syamsuri, caleg PAN Dapil dalam hasil rekapitulasi suara di tingkat Provinsi Kepri. Dalam rekapitulasi suara di tingkat Kota Batam, Syamsuri memperoleh suara sebanyak 4.119 suara dan berada di peringkat pertama.

Namun, pada rekapitulasi suara di tingkat provinsi, jumlah suara berkurang menjadi 4.106 dan menjadi peringkat kedua. Sedangkan peringkat pertama diisi oleh Yudi Kurnain dengan jumlah suara sebanyak 4.109 suara.

Baca Juga: Evaluasi Pemilu 2019, "Politik Amplop" Marak karena Caleg Malas ke Lapangan 

Syamsuri yang merasa dirugikan menempuh jalur hukum ke Bawaslu Kota Batam. Namun karena tidak menerima hasil yang memuaskan, Syamsuri mengadukan hal tersebut ke DKPP.

Tak hanya mengadukan ketua dan komisioner KPU Batam, Syamsuri juga mengadukan ketua dan komisioner KPU Provinsi Kepri. Tetapi dalam putusan DKPP, ketua dan komisioner KPU Provinsi Kepri tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik sebagai penyelenggara pemilu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini