Dirjen Budi menyatakan bahwa perekonomian masyarakat di jalan non tol agar tetap berjalan, hal ini memang telah menjadi salah satu perhatiannya saat membuat kebijakan. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden kepada Menteri Perhubungan, Presiden ingin agar perekonomian rakyat tetap berjalan baik. Saya kira dengan adanya one way nanti akan bayak juga masyarakat pakai jalan negara atau jalan arteri,” jelas Dirjen Budi.
Bagi pengguna jalan tol, Dirjen Budi juga mengimbau untuk mencegah penumpukan kendaraan pada satu Gerbang Tol (GT) saja. “Bagi yang tujuannya ke Bumiayu, Ajibarang, Purwokerto, Majenang, dan Cilacap dapat keluar di Ciledug dan Pejagan. Sementara yang ingin ke Belik, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen dapat keluar di Brebes Barat, Brebes Timur, Adiwerna, dan Gandulan,” jelas Dirjen Budi.
Mudik Tanpa Sepeda Motor
Kecelakaan lalu lintas di jalan raya merupakan penyebab ke-2 terbesar di dunia yang mengakibatkan banyaknya korban meninggal dunia, dimana terdapat 4 perilaku utama penyebab dengan rata-rata dalam setiap 1 jam terdapat 4 orang meninggal dunia dengan 72% kecelakaan lalu lintas di Indonesia melibatkan sepeda motor. Oleh karena tingginya angka kecelakaan pengendara sepeda motor ini, Ditjen Perhubungan Darat secara aktif mendorong masyarakat untuk tidak mudik dengan sepeda motor.
“Harus disadari bahwa masih banyak perilaku berlalu lintas dari masyarakat kita yang tidak berkeselamatan, 4 penyebab utamanya adalah berbonceng sepeda motor lebih dari 2 orang, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi dan tidak menggunakan sabuk keselamatan sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia. Karena itu saya minta bagi para pemudik untuk tidak melihat sepeda motor sebagai salah satu moda untuk mudik. Maka dari itu kami sediakan juga program mudik gratis supaya dapat mengurangi pemudik dengan sepeda motor,” imbau Dirjen Budi.