Namun tak lama berselang, Heri Hermawan ikut terkena gas air mata yang ditembakkan ke arah massa.
"Jadi di belakang polisi itu ada nembak gas air mata. Dari situ sudah enggak kuat mata saya," ungkap dia tanpa merinci nasib seeorang yang berusaha ia selamatkan.
Baca: Polisi Pastikan Tak Gunakan Peluru Tajam Amankan Pendemo
Baca: Korban Tewas Aksi 22 Mei Ada Luka Bulat di Dada dan Leher
Selain terkena sapuan gas air mata, salah satu jari Heri Hermawan tampak terbungkus perban karena luka. Namun ia tidak merinci penyebab luka yang dialaminya.
Sebelumnya massa melakukan aksi damai pada 21 Mei di depan gedung Bawaslu hingga malam hari. Saat akan dibubarkan polisi, massa menolak hingga berakhir rusuh.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan hingga saat ini total korban luka sudah mencapai 200 lebih dengan enam di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
(Rachmat Fahzry)