“Bulan Juni diharapkan minimal 15.000 Ha dengan sisa lahan yang tidak tersedia airnya. Kami mendorong petani dibantu oleh Babinsa dan dinas terkait melakukan percepatan tanam di musim tanam gadu. Musim tanam gadu dimulai pada April sampai Juli. Musim tanam kemarau dengan catatan sistem pengairan atau irigasinya harus bagus. Kurangnya suplai air pada musim tanam gadu yang menjadi kendala agar dikoordinasi dengan pihak PJT dan juga berdayakan pompa Alsintan” ujar Jamil.
Jamil juga menjelaskan, area yang kekurangan alsintan berupa Mesin Perontok agar dapat segera mengajukan permohonan melalui Distankab. Sementara untuk melakukan normalisasi saluran irigasi akibat pendangkalan, khususnya di Desa Karang Setia agar dapat segera melaksanakannya dengan menggunakan beko Brigade alsintan, adapun operasionalnya gunakan dana ADD Karang Setia. "Jangan ditunda, lalukan segera agar petani dapat terus berproduksi” tegasnya.
Sementara terkait harga gabah dan beras rendah saat musim panen, Jamil menyampaikan bahwa ia akan segera melakukan koordinasi dengan Bulog. "Serapan Bulog akan menanggulangi permasalahan ini karena hal ini telah diatur pemerintah. Jadi kita hadapi bersama siklus tahunan ini, dan selamat bertanam”, pungkasnya.
(Abu Sahma Pane)