Mentan Amran Minta Satgas Pangan Lacak Mafia Ayam

, Jurnalis
Rabu 19 Juni 2019 11:41 WIB
Foto: dok.Kementan
Share :

“Ada disparitas harga yang sangat tinggi antara harga dari peternak dan harga di tingkat konsumen. Hal ini menandakan ada sesuatu yang salah, sehingga kami minta Satgas Pangan melacak oknum yang bermain dalam situasi ini, dan kami minta beri sanksi yang seberat-beratnya," jelas Amran.

“Kita akan menambahkan anggota satgas pangan untuk mencari pihak-pihak yang bermain dalam situasi penurun harga LB karena telah meresahkan peternak” lanjutnya.

Amran kemudian menjelaskan harga LB seharusnya stabil. Produksi perunggasan di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, sebagai contoh produksi daging ayam di Indonesia pada 2018 adalah 3,6 juta ton, dan rata-rata meningkat 3,74% setiap tahunnya. Adapun konsumsi daging ayam di Indonesia pada 2018 adalah 3,1 juta ton, berarti masih ada surplus atau cadangan sebesar 305.127 ton.

Ini merupakan peluang untuk bisa ekspor ke Luar Negeri. Saat ini Kementan telah mengekspor komoditas pertanian termasuk di dalam komoditas peternakan seperti daging ayam olahan ke beberapa negara.

Amran menambahkan berdasarkan Perpres Nomor 45 Tahun 2015 Pasal 3 a dan b fungsi Kementan adalah perumusan, pelaksanaan, dan penetapan kebijakan di bidang penyediaan prasarana dan sarana pertanian, peningkatan produksi padi, jagung, dan kedele, tebu, daging, dan pertanian lainnya, serta peningkatan nilai tambah, daya saing dan mutu, serta pemasaran.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya