“Kebutuhan benih jagung hibrida di Kabupaten Tuban sangat besar dan berpeluang potensinya untuk berkontribusi memenuhi industri pakan ternak di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan pada 2019 ini, untuk memenuhi areal produktif jagung seluas 119.000 ha, maka diperlukan kebutuhan benih sebanyak lebih dari 1.785 ton,” tambahnya.
Direktur Perbenihan, Dr. Ir. M. Takdir Mulyadi dari Kementerian Pertanian menyampaikan bahwa kegiatan percontohan ini dimaksudkan untuk merangsang kelembagaan ekonomi petani agar bisa mengelola bisnis usaha tani penangkaran benih jagung hibrida secara mandiri dan dapat meningkatkan produksi benih nasional secara berkelanjutan. Untuk itu pada 2019 Kementerian Pertanian ditargetkan melaksanakan kegiatan Pilot Project Pengembangan Kawasan Jagung Hibrida (Penangkaran Benih) Berbasis Korporasi Petani seluas 1.000 ha.
“Keberhasilan Pilot Project ini diharapkan akan diterapkan di beberapa kawasan lain untuk mereplikasi kegiatan Perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani kedepan,” ujarnya.
(Risna Nur Rahayu)