JAKARTA – Profesor Riset bidang Perkembangan Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Hermawan Sulistyo menilai rencana aksi demonstrasi yang bertajuk halalbihalal 212 di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak tepat sasaran.
"Halalbihalal itu untuk silaturahmi saling maaf-memaafkan di tempat yang tenang. Di MK itu sedang sibuk pengambilan keputusan sedang ada masalah sengketa hasil Pilpres," kata Hermawan saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Selain itu, kata Hermawan, tempat halalbihalal sangat tidak tepat dilakukan di jalanan raya. Mengingat, hal itu bisa mengganggu berlangsungnya proses ketertiban masyarakat.
"Yang kedua lokasinya di jalanan, jalan umum. Jadi kalau halalbihalalnya di Puncak Gunung Gede itu baguslah," tutur Hermawan.