MANADO - Mengimplementasikan amanat undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional tidaklah semudah seperti yang dituliskan. Sebagaimana dipahami bahwa belajar merupakan suatu proses yang tidak sederhana, dan membutuhkan waktu yang lama, karena banyak unsur yang terkait di dalamnya yang dapat dilihat dari sisi manajerial kepala sekolah, guru, siswa, sarana dan prasarana, lingkungan, kurikulum, pengadaan dan lain sebagainya.
Dari sekian banyak faktor tersebut, maka salah satu faktor penentu yang sangat penting adalah bagaimana kapasitas seorang kepala sekolah dan kompetensi guru dalam memahami dan merancang sistem pembelajaran yang baik, untuk itulah digelar seminar nasional penguatan kapasitas kepala sekolah dan kompetensi guru sekolah menengah atas (SMA).
Seminar tersebut membahas berbagai persoalan terkait dengan SMA, khususnya yang menyangkut tugas-tugas kepala sekolah dan para guru sehingga bisa lebih menyiapkan anak-anak SMA agar kelak betul-betul berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia
Mengawali seminar, Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad memaparkan terkait kondisi SMA di Indonesia baik yang menyangkut akses maupun mutu. Akses pendidikan menengah SMA/SMK/MA seluruh Indonesia, dilihat dari akses Angka Partisipasi Kasar (APK) sudah 88,5 persen, artinya anak-anak yang masuk SMA, SMK dan MA itu sudah lumayan tinggi walaupun targetnya belum seperti yang diharapkan.
"Tapi kalau dilihat untuk SMAnya saja, komposisinya mulai dari Maluku dan yang terendah di Jawa Tengah. Kenapa SMA di Jawa Tengah, Jawa Timur dan seterusnya itu rendah karena memang ada pergeseran selama beberapa tahun terakhir ini. Beberapa daerah sudah mulai masuk menyiapkan anak-anak lulusan SMP nya itu untuk masuk di SMK lebih banyak bergeser ke SMK," ujar Hamid, Selasa (2/7/2019).
Tetapi ada beberapa daerah masih tinggi persentasenya seperti Maluku itu berarti SMA nya yang tinggi SMK nya yang rendah. Namun kata Hamid, tidak ada masalah karena sama-sama wajib belajar 12 tahun. Dari lulusan SMA bisa dilihat ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi ada yang ke dunia kerja.
"Jangan lupa Ibu dan Bapak sekalian menyiapkan anak-anak kita untuk melanjutkan ke perguruan tinggi walaupun kami tahu bahwa hanya kira-kira 60 persen lulusan SMA itu yang melanjutkan ke perguruan tinggi selebihnya Itu masuk ke dunia kerja atau tidak bekerja, itulah pentingnya mandat SMA ini memang untuk menyiapkan anak-anak kita untuk masuk ke perguruan tinggi," beber Hamid.
Perkembangan SMA dari tahun ketahun menurutnya sudah cukup banyak, ada sekira 13.700, yang menggunakan kurikulum K 13 kira-kira sudah hampir 99 persen tapi masih ada yang pakai KTSP 2006. SMA yang terakreditasi cukup banyak, sekira 44,7 persen tetapi begeri atau swasta nya itu lebih banyak swasta, tetapi muridnya itu lebih banyak negeri. Perkembangan SMA meski tidak secepat SMK tetapi lambat laun anak-anak di kelas baru di SMA ini semakin banyak setiap tahun artinya angka partisipasi nya tetap semakin tinggi.
"Makanya saya sampaikan ke teman-teman di perguruan tinggi jangan khawatir walaupun sekarang fokusnya ke SMK tetapi tetap SMAnya akan tumbuh terus," lanjut Hamid.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Sulut Grace Punuh mengatakan bahwa seminar yang dilaksanakan ini sungguh strategis sehingga diharapkan ada output, outcome yang dihasilkan karena khusus untuk Sulut yang berani 100 persen untuk UNBK meski UN bukan segala-galanya namun kegiatan hari ini menjadi pemicu bagaimana untuk meningkatkan guru, kepala sekolah dan murid.
"Lewat seminar hari ini banyak yang kami harapkan dan juga pak Gubernur harapkan ada dampak dan jadi pemicu bagi Provinsi Sulut dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Sulut dan umumnya di Indonesia," pungkas Punuh.
Seminar tersebut dihadiri seluruh kepala sekolah SMA di Provinsi Sulawesi Utara dan Kepala sekolah atau pendamping dari provinsi yang mendampingi siswanya mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019 tingkat SMA di Manado dengan menghadirkan keynote speaker Dirjen Dikdasmen Hamid Muhamad, Hakim L Malasan dan Inggried Liem.
(Fahmi Firdaus )