Sementara itu, informasi yang didapat, pertemuan Jokowi dengan PM Shinzo Abe memang hanya sebentar karena waktu yang terbatas. Mereka bertemu hanya di sela-sela acara, sehingga tidak dilakukan dalam pertemuan bilateral secara resmi.
Hal ini juga dapat menunjukkan eratnya hubungan kedua negara, karena tidak ada masalah serius yang perlu dibahas.
Sementara saat berbicara pada sesi III KTT G20 Osaka dengan tema "Addressing Inequalities & Realizing an Inclusive and Sustainable World," Sabtu (29/6/2019), Jokowi mengangkat isu terkait akses pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Dengan demikian, durasi satu menit itu bukan pidato masing-masing kepala negara di G20, tapi durasi pertemuan kepala negara lain dengan PM Shinzo Abe.
"Jadi, konten yang dibagikan akun Ramli itu adalah disinformasi atau konten yang salah. Dimana ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah," ujar Adi dalam ulasan cek fakta di Grup Mafindo, Selasa (2/7/2019).
(Qur'anul Hidayat)