JAKARTA - Festival Jatiluwih kembali digelar untuk yang ketiga kalinya dan akan berlangsung pada Juni - September 2019.
Festival tersebut akan diselenggarakan di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan-Bali dengan mengambil tema “Glorifying Dewi Sri for prosperity and harmony – Memuliakan Dewi Sri untuk Kesejahteraan dan Harmoni”.
Manajer Operasional DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa menjelaskan, tema yang di angkat di tahun 2019 ini adalah Hakikat Dewi Sri dalam falsafah Bali adalah perihal kuasa atas kelahiran dan kehidupan, representasi yang disimbolkan dengan ketersediaan bahan makanan di bumi terutama padi.
Menrurutnya, memuliakan Dewi Sri mengandung pemahaman dan pesan agar proses yang terdapat di Jatiluwih ini menjadi perhatian kita semua untuk diyakini, didorong dan dijalankan sebagai laku lampah memelihara dan melestarikan padi dalam relasinya.
"Sebagai aspek penting dalam memaknai kelahiran dan kehidupan untuk kesejahteraan serta harmoni,” ungkap Sutirtayasa.
Hal ini kata dia berelasi erat dengan pemaknaan Tri Hita Karana sebagai hubungan integral antara Tuhan, manusia dan alam. Festival Jatiluwih merupakan ajang tahunan yang di selenggarakan oleh daya tarik wisata desa Jatiluwih.
"Jatiluwih festival selalu mencoba untuk berinovasi dari tahun ketahun agar tetap menarik antusias menarik pengunjung, karena memang Jatiluwih festival merupakan ajang promosi wisata desa Jatiluwih,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )