Kedua, lanjut dia, ketidakpastian siapa Ketum Golkar akan memengaruhi laju kinerja Jokowi-Ma'ruf Amin. Apabila menteri-menteri yang dipilih dari Golkar tidak selaras dengan ketua umum yang baru, maka hal itu membawa masalah dalam pelaksanaan program-program Jokowi-Ma'ruf.
"Kebijakan-kebijakan semakin kritis manakala kemudian orang-orang yang dipilih enggak nyambung dengan ketua partai yang terpilih nanti. Yang sekarang ini kan Airlangga Hartarto mendukung Jokowi, kalau misalnya nanti bukan Airlangga yang terpilih, pasti terjadi kerancuan," ujar dia.
Oleh karena itu, dirinya menyarankan Munas partai penguasa kedua di koalisi Jokowi-Ma'ruf itu dipercepat. Dia juga menganggap percepatan pemilihan ketua umum itu membawa Golkar ke arah yang lebih baik.
"Setidaknya ketua umum Golkar sudah definitif. Jadi nanti akan memberi kepastian dan bisa leluasa memberikan nama menteri yang akan bertugas di kabinet Jokowi nanti," katanya menandaskan.
(Rizka Diputra)